Selasa, 19 Mei 2009

Inginku ada api

kawan

ketika waktu untuk dirimu dan diriku

dunia serasa berdua

kau dan aku

itu cerita lalu

 

kasih

ingatkah engkau

saat meniup lilin-lilin perasaan

saat kau tiup terlalu kuat

hingga semuanya mati padam

 

sayang

pernahkah kau melihatku?

lihat mataku, lihat gerikku

yang kau lakukan hanya memejam

dan tak pernah mau mengintip

 

tidak terlihat, tidak terasa

bahkan gelap bahkan padam

kawan, ingin rasanya ada api di sini

Kamis, 07 Mei 2009

bintang penyendiri

aku tak suka langit malam ini

tak suka langit tak cerah

bintang-bintang dihalangi gumpalan awan

saat bulan seakan mengintip melas

menyembunyikan wajahnya di antara kabut malam

 

aku tak suka langit malam ini

bulan seakan sendiri

bulan yang menatapku sedih

padahal dirinya tak kalah miris

warnanya pasi saat aku sepi

 

kuharap kau kembali

dengan pijarmu

sinari anak malang ini

o bintang bintang penyendiri

Minggu, 03 Mei 2009

ya ya ya

Ya, aku terhina

olehmu yang tak bersenda

olehmu yang mustinya bisa

olehmu yang tak tahu durja

ya, aku tak terima

karenamu aku tersiksa

karenamu yang tak mencoba

karenamu dan karenanya

 

ya ya ya hingga kini

sekarang mau apa?

Sabtu, 25 April 2009

ketika aku tidur karena lelah

hari ini aku hanya tertawa

melihatmu bersama kasihku

duduk di sampingmu, memelukmu mesra

menggaet tanganmu bersuara manja

dan begitu cantiknya diantara mewahnya lilin cinta

 

tidak aku tak curiga

tidak juga aku berduka

dan untuk apa aku cemburu?

terhadap seorang pelacur yang memburu

tak lihatkah kau matanya sedang menggebu?


tidak dia tidak salah

dan kau, berbahagialah

karena itu semua tidak jadi masalah

ketika aku tertidur karena lelah

Jumat, 10 April 2009

wanita permata

kau wanita mata biru

dengan rubi di dalam dadamu

begitu tajam kesedihan kau dirajam

tak pernah pucat bulan terpampang

 

kau wanita hati perak

dengan zamrud di mata kananmu

dan safir di mata kirimu

karena tak akan kau goyah

oleh logam yang tak mulia

 

kau wanita jantung emas

degupanmu mengandung sutra

perkatannmulah yang paling berharga

 

kau wanita

dalam segala makna mulia

Minggu, 29 Maret 2009

hujan

penuh hari habis berfikir

sejuk hati lihat awan gelap

terlihat angin yang kasat

daun bergerak seakan menikmati sentuhan alam

 

“karena aku senang ketika hembus angin menerpa wajahku”

itu katamu yang sekarang hilang

 

saat langit mau hujan

dulu kita biasa berdua

mencium aroma basah hujan

merasakan lembut angin membelai

 

dulu kita sering duduk berdua

di tempat tak terlindung dari hujan

berbincang tentang anggrek kita yang basah

dan khawatir akan busuknya karena hujan

 

“karena itu dulu maka semua lalu, semua palsu”

katamu lagi sakiti hatiku

Kamis, 26 Maret 2009

berkereta angin malam hari

 

aku senang berkereta angin di malam hari

musim hujan di saat langit tak berawan

angin dingin semilir, langit cantik bercahaya

penuh bintang dan cahaya bulan

 

aku senang bersepeda malam hari

dengan sepeda, aku berlari di atas angin

dimana lampu jalan menerangi trotoar

disaat tanaman bergoyang riang

 

aku senang bersepeda malam ini

bersenandung riang mengingat hari

melihat kawan kecil merasa dewasa

dengan bahagia penuh laga dalam bahaya

 

aku senang bersepeda mencari makan

dimana tenda-tenda beraroma menarikku ke dalamnya

ku lihat seorang kawan

senang mengadu cepat dengan maut

 

aku senang berkereta angin malam hari

namun sedih melihatmu berada di sana