Selasa, 01 Juni 2010

Monolog Emosi

bagaimana bisa kau lupa? itu sangat berharga!

mungkin, mungkin, mungkin! kenapa selalu mungkin?!

jangan marah?! kau tak tahu!

tahu, tahu, tahu! percuma saja bilang tahu!

perduli?! kapan kau perduli?

lihat! percuma sudah! apa yang bisa kau lakukan sekarang?

menangis?! tak bisa lebih berguna!? dasar hina!

sakit katamu? kau bilang sakit di depan mukaku?!

lihat mataku! warna apa yang ada disana?!

sekarang kau tertawa?! kau kira aku bergurau?

Selasa, 06 April 2010

Teka-Teki Tak Berjawab

pernah kau katakan hatimu

yang malu bersembunyi di dalam karang

satu diantara ribuan yang kau tunjukkan

karang yang kasar, sarang ular laut

yang paripun waspada diantaranya

 

kemarin sore kita menari

pinggir pantai, kau yang pinta

menari seperti itu, bersinar seterang kejora

hingga malam memintamu berhenti

jengkel mendengar rengekan bulan yang cemburu padaku

 

pagi ini kau tinggal aku bersama secarik kertas

beruliskan “karang itu ada disini”

menggodaku untuk mencari

 

bahaya dan hatimu menantiku di tempat yang sama

mana yang kau inginkan kudapatkan?

 

kulewati waktu menyisir pantai

mencari-cari kata-katamu yang hilang

harusnya ada tetapi tidak

tipunya ya namun tiada

hatimu adalah teka-teki tak berjawab

 

habis percuma tahun-tahun itu

jika matiku tenggelam mencari karang

Selasa, 23 Maret 2010

katakan padanya

mimpiku akan berubah nyata

dan mimpimu akan sia-sia

 

bukankah selama ini kita bermimpi bersama?

dikasur yang sama, berpelukan

berdoa sebelumnya dan bercerita sesudahnya

 

katamu mimpimu buruk, namun kau tersenyum saat bangun

katamu aku pahlawan mimpi yang mebawamu pergi dari perih

mimpiku, kamu jagoannya

tapi cinta, aku membunuhmu

 

mimpi yang lebih buruk, apa ada yang tahu?

hanya perih sendiri membayangkan mimpiku dan mimpimu berubah nyata

Sabtu, 05 Desember 2009

Kebenaran yang Sendirinya Salah

jemariku takkan pilu

menulis di lembaran lembaran jantung

mengutuk para setan

yang tak hentinya menarikku dalam lingkarannya

lingkaran setan! tidak melingkar tidak berputar tak berujung

 

tahukah kau?

telinga bisa tuli mata bisa buta

tapi mulutku tak bisa gagu

agar berargumen dengan setan

meyakinkan kebenaran, yang sendirinya salah

 

diskusi takkan berarti

negosiasi berarti berperang

karena pada akhirnya

apakah ada yang bisa memberhentikan

aku yang berpanjikan gusar

Jumat, 27 November 2009

Penipu Ulung Berhewankan Hyena

bicaralah dengan angin

dia akan menjawab dingin

satu rami sudah tak biasa

berkoarlah pada sang lupin*

pencuri hati pencuri tercaci

 

kalimat waktu itu bukan hukum

hanya kata penipu ulung berhewankan hyena

 

 

*lupin, legenda pencuri yang konon dapat mencuri segalanya

Kamis, 15 Oktober 2009

Kenyamanan Sia

diselimuti kapuk lembut yang sesak

di atas bantal yang nyaman dan hampa

di alam fikir  yang membawa sesat

di antara tembok rapat yang mendesak

aku dan temanku yang bisu dalam mulutnya

tak bicara, tak mendengar

 

kotakkan saja aku bersama kenyamanan sia

kelak nanti aku tak sudi di dalamnya

buta sudah kualami dan tuli kuprakarsai

emas terlewat saat buta, hingga merdu berubah sendu

dan ya kawan, itu semua sia sia

Sabtu, 22 Agustus 2009

Esok

karena esok, bukan berarti meninggal hari

karena esok, bukanlah lupa

karena esok bukan harapan

karena esok bukan menanti

esok, kau, aku, kita akan berada di sini

menempuh hari seperti ini

hari yang beda, indah pasti, bagimu

 

ada yang tak berbeda

seperti aku yang menunggumu di sini